Sabtu, 09 November 2013

Pemimpin Berpirinsip (?)


Jangan dulu dianggap postingan gue kali ini sebagai sesuatu yang membosankan untuk dibaca. Khususnya buat lu yang merasa laki-laki yang kebetulan sampai di blog gue. Bukan maksudnya untuk makin menonjolkan peran laki-laki sebagai pemimpin, tapi gue Cuma pengen tukar pendapat soal prinsip seorang pemimpin. I promise you, after reading this post you will thinking about something :)

Seingat gue, selama gue masuk kedalam lingkaran sosial masyarakat dari mulai masuk sekolah dasar, sekolah menengah,  sampai kuliah maupun aktivitas diluar organisasi resmi pun gue anehnya pasti nggak jauh-jauh dari sebutan 'ketua'. Gue sih nganggepnya aneh. Karena gara-gara ini, sebagian temen-temen gue  menganggap memang ada orang-orang yang ditakdirkan menjadi pemimpin. "Emang udah dari sononya tuh sifatnya gitu," kata beberapa orang temen gue. Dari sini terkesan orang-orang di dunia ini di desain jadi dua jenis : pemimpin dan yang dipimpin. Gue sih dengernya malah serem. Kesannya berarti orang-orang yang dibilang punya "bakat" memimpin terkesan kayak chosen one. Terpilih. Padahal gue yakin bahwa semua orang adalah pemimpin, setidaknya bagi dirinya sendiri. Jadi gue sempet nggak setuju sama ide yang mengatakan bahwa memang ada orang yang mempunyai bakat memimpin. Lagipula kalau dipikir lagi, aneh kan ada orang yang bakatnya kasih perintah ke orang lain, terus udah dari sananya banyak yang segan, haha.. Seenggaknya cukup aneh sih di telinga gue. Tapi kepercayaan gue soal hal ini menimbulkan pertanyaan baru. Kalau emang gue yakin semua orang memiliki bakat pemimpin, terus kenapa ada pemimpin yang bagus, ditaati, dan dihormati anggotanya sedangkan ada juga pemimpin yang dibenci bahkan tidak dihormati anggotanya. Berarti apakah Cuma gaya kepemimpinannya saja yang kurang baik atau kah memang bakat pemimpin itu ada?? Tapi terlepas dari pertanyaan gue tadi, gue pegang bahwa prinsip pertama yang harus dimiliki orang yang berniat jadi pemimpin itu adalah yakin bahwa dirinya pemimpin dan bisa memimpin orang lain. Simpelnya, percaya diri sebagai pemimpin itu wajib ada.

Kalau gue flashback ke zaman sekolah dulu, setiap kali ada pemilihan ketua kelas, ketua organinsasi, perwakilan siswa, dll nama gue selalu muncul, dengan atau tanpa persetujuan gue. Ketika gue tanya ke temen-temen gue, dia Cuma bilang, "habisnya elu ada tampang ketua sih" atau "gue sih mikirnya emang lu yang jadi ketuanya" atau "nggak apa-apa kali. Emang cocok di lu." Emangnya tampangnya pemimpin gimana sih? Hahaha.. Sebenernya sih gue juga nggak terlalu mempermasalahkan. Toh gue juga menikmati ketika gue jadi pemimpin. Bukan maksudnya gue haus jabatan ya? Tapi lebih gimana serunya lu bisa membuat orang-orang yang punya tujuan yang sama dengan diri lu bisa bekerja bersama. Tapi setelah ini gue malah dapet pikiran. Gue mikir gimana kalau tadinya ada temen gue yang lain yang juga berminat jadi ketua/pemimpin tapi karena gue lebih populer jadinya dia nggak dapet kesempatan dan dukungan temen-temen. Dan percaya atau enggak, hal ini sering banget terjadi. Dari sini gue punya prinsip lagi bahwa seorang pemimpin harus tau kapan dia harus memimpin dan kapan harus dipimpin. Intinya ketika lu punya posisi yang baik untuk mengisi suatu jabatan, lu harus tanya lagi ke diri lu sendiri dan coba mengukur kemampuan dan kompabilitas diri lu terhadap jabatan yang bakal lu ambil. Bisa gue ambil contoh soal prinsip ini pada rapat kegiatan malam keakraban jurusan gue setahun yang lalu. Ada dua orang yang di calonkan jadi ketua panitia. Gue dan satu orang temen gue yang lain. Ketika pemilihan berlangsung, suara gue memimpin. Tapi gue putuskan untuk temen gue itu yang jadi ketua panitia karena gue tau dia lebih bisa friendly ke temen-temen satu angkatan daripada gue. Gue sendiri lebih memilih untuk masuk ke seksi acara untuk support dan handle seluruh acara di malam keakraban. Disini yang jadi pertimbangan gue adalah mengerjakan acara penting yang membutuhkan kekompakkan panitia peran ketua menjadi sentral. Bukan berarti gue tidak bisa menjaga kekompakkan tim. Tapi gue sadar bahwa temen gue tersebut bisa menjadi 'perekat tim' yang lebih baik dari gue. Intinya ketika lu menjadi seorang yang dilihat sebagai pemimpin/leader/acuan, lu juga harus tau kapabilitas diri lu sendiri. Walaupun lu dapat dukungan penuh, bukan berarti lu harus jadi pemimpin yang nggak kenal situasi :)

Satu lagi yang sempet bikin kepikiran cukup lama, adalah soal cara mendapatkan jabatan. Ini juga soal kredibilitas dan integritas sebagai seorang leader/pemimpin bagi diri lu dan orang lain. Coba lu pahami situasi berikut:
"ketika ada satu orang yang bisa dikatakan sangat 'berbakat' sebagai seorang pemimpin. Hampir seluruh kriteria pemimpin ada pada dirinya. Ketika diadakan pemilihan ketua suatu organisasi, si orang berbakat ini berbohong untuk salah satu syarat pencalonan dirinya. Ketika pemilihan berlangsung, jelas si orang berbakat ini yang menang karena semua orang sudah tau kualitas dirinya sebagai seorang pemimpin. Hampir seluruh suara memilih dirinya. Bukan berarti kandidat yang lain kurang baik, namun orang lain melihatnya si orang berbakat ini yang cocok memegang jabatan ketua tersebut."
Nah pertanyaannya sekarang apakah tindakan berbohong si orang 'berbakat' ini bisa dibenarkan? Karena melihat tujuannya yang untuk kebaikan orang banyak. Toh dia juga memang bekerja dengan baik selama menjabat dan tidak menyalahgunakan jabatan. Yuk tukar pendapat soal ini, silahkan tinggalkan komentar menurut diri lu sendiri soal ini.

Hal yang sama pernah terjadi di gue. Dua tahun lalu gue dicalonkan sebagai kepala nasional salah satu bidang di musyawarah nasional organisasi  jurusan (teknik kimia) se-indonesia. Gue dicalonkan pada saat itu dan gue melihat kans untuk gue di jabatan itu cukup besar melihat besarnya dukungan untuk gue. Nah sebagai salah satu syarat kepala nasional, diwajibkan telah mengikuti kegiatan organisasi tingkat daerah dan nasional setidaknya satu kali. Gue yang pada saat itu baru bergabung otomatis belum pernah mengikuti kegiatan daerah, karena sayangnya di daerah gue publikasi soal organisasi ini terbilang sangat kurang. Saat itu gue konsultasi ke pimpinan daerah gue soal hal ini. Banyak yang menyarankan gue untuk mengatakan 'sudah pernah' walaupun sudah gue jelaskan bahwa gue belum pernah mengikuti karena memang selama yang gue tau kegiatan daerahnya sempat vakum. Namun pada akhirnya, gue tetap mengatakan bahwa gue belum pernah mengikuti kegiatan daerah dan baru sekali mengikuti kegiatan nasional sehingga pencalonan gue dinyatakan gugur dan gue disambut oleh suara kecewa dari pada anggota sidang. Sebenernya jujur gue sempet sedih denger mereka kecewa gitu, tapi gue katakan ke diri gue sendiri, nggak ada kepemimpinan yang baik kalau awalnya aja udah tidak jujur. Selesai sidang, ketika kita sudah berjalan menuju penginapan, banyak temen-temen dari daerah lain yang bilang ke gue, "harusnya tadi bilang iya aja" dan "kenapa tadi gak bilang iya aja, Di?" juga "sayang banget yang tadi. Harusnya bilang sudah aja tadi." sampai sini gue jadi merasa bersalah. Di satu sisi gue gak mau jabatan gue dilandasi dengan ketidakjujuran tapi di satu sisi gue juga sedih kalau mengecewakan orang banyak terlebih temen-temen gue yang memang mendukung gue. Sampai sekarang juga gue masih mikir yang mana yang harusnya gue pilih saat itu.

Sampai hari ini, gue yakin bahwa setiap orang adalah pemimpin dan setiap pemimpin punya prinsipnya masing-masing. Terlepas baik atau buruknya, gue nggak bisa berkata banyak selama masih ada orang lain yang merasakan kebaikan dari kepemimpinannya. Jadi terlepas kita bakal memimpin diri sendiri maupun orang lain, tetep harus punya pegangan kan? Logikanya ketika memimpin diri sendiri kita sudah memiliki potensi keburukan bagaimana dengan memimpin orang lain. Semoga pilihan gue yang tetap memilih mendapatkan jabatan pemimpin dengan baik bisa berakhir dengan baik juga. Thanks for reading and have a good day everyone! Cheers!

Selasa, 29 Oktober 2013

An Interview with Rizaldi F. Rachman!


It's been a while guys! Haha.. kemaren baru aja kepikiran setelah sekian lama (mencoba) menulis di blog ini rasanya belum ada satu post tentang diri gue sendiri. Yah bisa dibilang perkenalannya lah. Jadi untuk post kali ini, gue sengaja meng-interview diri gue sendiri just for fun. but at least you have the chance to know me a little bit better after reading this post. Enjoy! :)
***
Halo Mas Rizal! Gimana nih kabarnya? 
Halo juga! Alhamdulillah baik. Sehat wal afiat lah. :)
 
Haha.. Makin sibuk aja nih kelihatannya, Di?
Enggak juga sih. Biasa aja. Emang lagi siap-siap untuk Go National aja. 
 
Ooohh.. Ngartis nih ceritanya?
Lah, kalau bukan artis nggak mungkin ditanya-tanya dong?
 
Oke deh, Di. Sekarang gue mau tanya soal kehidupan pribadi lu ye?
*nyela* EH tunggu dulu. Emangnya gue selebritis apa pake ditanya-tanya soal kehidupan pribadinya? gue kan ngakunya artis bukan selebritis!
 
Emangnya beda ya artis sama selebritis, om?
Ya jelas beda dong! artis itu = seniman. Jadi pasti punya seni selain air seni mereka sendiri (eh!) maksudnya ya mereka punya skill contohnya suara bagus, pinter joget, jago cuap-cuap depan mikrofon, jago gambar, dll. Nah kalau selebritis itu mah yang modal cantik/cakep, skill seninya pas-pasan, akting gaje, dandanan heboh, pinter bikin kata-kata catchy yang kontroversial, terus pengen beken *berapi-api*

Jadi?
Intinya gak semua artis itu selebritis tapi biasanya semua selebritis mau dibilang artis *lipat tangan depan dada*
 
Tapi masih boleh ditanya nggak nih?
Ya boleh lah! Lagian kan emang lu tugasnya nanyain gue
 
Lah tadi katanya situ 'artis' bukan 'selebritis', gimana sih?
Yee.. kan gue cuma ngejelasin bedanya artis sama selebritis. Kan gue nggak bilang nggak boleh ditanya.
 
Bilang aja pengen ditanya. Yaudah, ceritain lahiran elu deh.
Hhaha.. jangan ngambek dong om. Oke deh. Gue lahir di bulan Juli, 21 tahun yang lalu di kota Bandung, Jawa Barat
 
Orang Bandung nih ceritanya?
Hmm.. complicated sih sebenernya. Gue sih selama ini menganggap gue orang Bandung. Tapi menurut darah ayah gue, gue itu harusnya orang Banjar. Jadilah gue bilang diri gue orang Banjar. Tapi apa daya, gue malah dibilang bohong. Mereka bilang gue orang Bandung. Sampe supir angkot pun tanya, "mas orang Bandung ya?". #True Story. Jadi ya gue serahkan ke pembaca mau bilang gue orang Bandung atau Banjar boleh lah dua duanya. Casing boleh sih Banjar, tapi dalemannya Bandung dong.. Hahahaha :D
 
Okeh move on! Hobi lu deh apaan?
Hobi cuma baca, ngegambar (bukan gambar stensilan loh), dengerin musik, main laptop, sama cuap-cuap di depan microphone! LOL
 
Gue baca di bio twitter lu, katanya lu itu Geek, Engineer, Blog writer, Thinker, Discreet artist, Single. Jelasin dong?
Wah bakal panjang nih. Siap ya. Kalau menurut Kamus Oxford, Geek is be or become extremely excited or enthusiastic about a subject, typically one of specialist or minority interest. I'm kind of movie/serial geek (a little bit), music geek (emang ada?), and game geek (sort of). Kadang temen gue aja suka sebel misalnya gue dikenalin sama serial baru gitu sama temen gue. eh ternyata gue suka. Besok-besoknya gue udah tau dan hapal semua karakter, universe, dan permasalahan di serial itu daripada temen gue yang ngenalin tadi. haha.. 
Kalau soal engineer, udah sempet gue bahas disini sih lengkapnya. Simpelnya gue kuliah di jurusan teknik ya kalau lulus jadi Engineer kan. Soal blog writer udah dibaca blognya kan? haha.. gue mulai nge-blog pas SMA, sekitaran 2010. sempet vakum tahun 2011 dan baru mulai lagi tahun 2012. lanjut deh ke Discreet artist. Pengen banget masuk ke dunia seni dari kecil. Mulai dari gambar, tari, nyanyi, you name it. Tapi ternyata kesempatannya belum ada. Yaudah gue sih belajar otodidak aja, keeping my "junk" in a good condition. Kerennya gue artist buat diri gue sendiri aja *apasih?* Kalau soal single nya dibahas dibawah aja deh yee.. 

Hahaha.. Kayaknya lu anaknya unik gitu ya, Di?
woh.. gue unik? jelas banget nih gue salah satu spesies nya. coba aja lu bayangin. Mana ada sejarahnya mahasiswa Teknik cita-citanya jadi artis. Haha! Trus gue juga orangnya agak sedikit (banyak) perfeksionis kata temen gue. tapi gue baik banget loh orangnya, sampe saking baiknya banyak yang naksir. sampe om om pun naksir gue loh. LOL! #TrueStory

Denger-denger sempet jadi penyiar radio ya, Di?
Iya bener. Dari tahun 2011 akhir, gue gabung di M Radio Samarinda sebagai salah satu announcer beken dong. Haha.. sampe akhirnya gue resign tahun 2013 ini terkait job gue sebagai engineer di salah satu perusahaan. I have to say, that was one of the best feeling i've ever had. talking with everyone through the microphone and song.

Soal lu yang katanya single nih. Emang kenapa single??
Soalnya someone special gue udah ada. Ada emak, abah, sama teteh di rumah. Hahaha.. kenapa single ya? yaaa.. karena gak ada yang cocok aja (ngeles) *padahal karena setiap cewek yang disuka udah punya cowok

Ah emang lu nya aja kali nggak laku, jomblo nih??
Eh sori ye. gue paling anti dibilang jomblo. Gue itu single. S-I-N-G-L-E. catet ye. 

Apa bedanya single sama jomblo coba? sama-sama sendiri gitu?
Kalau dilihat dari situ sih emang sama sendirinya. tapi single itu pilihan. lu yang milih jadi single. bukan karena alasan macem-macem. Nah kalau jomblo kesannya pengen punya pacar tapi nggak dapet-dapet. ngenes gitu. 

Wuih, fasih banget nih. Pasti udah lama ya jadi single?
Single? berapa lama? hmm.. ada kali 3 tahunan

Kalau nggak punya pacar, mantan pacar aja deh. Ada nggak lu, Di?
Mantan? ada deh, lu mau tau aja atau mau tau banget? 

Berarti pernah punya pacar nih. Siapa nih pacar terlama lu?
pacar terlama? malu ah gue ngomongnya 

Hahaha.. Eh emang kriteria cewek lu itu yang gimana sih, Di?
Harus Cewek. Keren. Seru. Kalau dipandang bikin adem. Suka sama dirinya sendiri or she likes the way she is a.k.a jadi diri sendiri 

Kalau lu bisa pacarin artis, pengen sama siapa?
kalau artis? Lea Michele!!! #Srooott!! soalnya asik tiap hari gue bisa dinyanyiin dan duet sama doi atau di voice note sama suara merdu. Hahaha..

Terus kapan nih lu mau lepas status singlenya?
Kapan yah? ya kalau gue udah mau aja. Kan sekarang belum mau. By the way, daritadi tanya soal cewek mulu sih?! ganti dong pertanyaannya. Jangan kaya infortainment dong.

Eh maaf, maaf deh. Yaudah lanjut. Lu kan penyiar radio nih ceritanya? Suka musik dong? Musik favorit lu apaan, Di?
Bukan ceritanya, emang gue penyiar beneran. Haha.. Definisi musik favorit gue itu Pop, Alternative, dan R&B. Bukannya gue gak suka sama genre yang lain. Tapi yang paling favorit yang tiga itu. Lagian gue juga suka Avenged Sevenfold dan Dragon Force kok.

Musisi favorit?
Ah banyak banget yang jadi favorit. Tapi kalau disuruh milih, untuk musisi cowok, gue paling suka Ben Rector. Kalau untuk musisi ceweknya, gue hampir suka semua sih. haha.. susah milihnya. :P Tapi setahun belakangan ini gue lagi jatuh cinta banget sama musik-musik dari singer/songwriter, Indo maupun barat. Dibilang musik indie bisa jadi, tapi gak indie-indie juga. Soalnya gue sih dengernya lebih pure. lebih kena. lu bisa ngerasain yang musisinya mau dari karyanya. Gak harus ngikutin kemauan pasar yang monoton banget. gitu deh.

Wooow.. kayaknya udah fasih banget ngomongin musik. Gue aja nggak tau Ben Rector itu siapa.
Haha.. biasa aja kayaknya. Gue mah nggak ada apa-apanya. masih kalah jauh sama om-om yang duduk di kursi editor majalah musik. Sebenernya punya mimpi sih bisa jadi kontributor di majalah musik. Haha.

Eh boleh tanya yang serius dikit ye. Dari yang gue tangkep selama interview kita barusan, lu ini engineer tapi kok gayanya malah ngartis banget sih, Di?
Hahaha.. Lu bingung ye? sama gue juga. Gini deh, gue jelasin. Gue itu dari kecil cita-citanya mau jadi pilot. Besar dikit, gue pengen jadi pelukis karena gue suka gambar. Pas SMP, gue pengen jadi penyanyi gara-gara kontes Akademi Fantasi sama pengen jadi penari profesional karena gue ketua grup tari di sekolah (hebat kan gue?). Begitu SMA, gue pengen jadi politikus dan presiden gara-gara ikutan Komunitas Cinta Konstitusi (itu loh UUD-RI 1945 sama TAP MPR-RI = Konstitusi). Trus kuliah pengen jadi presenter dan penyiar radio terkenal gara-gara masuk ke radio. Begitu lulus pengen kerja di perusahaan International. Jadi ya karena gue bingung mau pilih yang mana, ya dijalanin semua aja gitu. biar asik. Hahaha..
***

Anyway, ternyata wawancara orang capek juga ya? yaudah kita potong dulu deh interview bareng Rizaldi F. Rachman-nya di sesi pertama ini. Kalau ada yang mau ikutan tanya sok atuh, komentar aja atau tanya langsung sama orangnya di @aldhiez, atau ke facebooknya (klik tuh badge facebook di sebelah kiri), atau liatin instagramnya di @aldhiez! ntar bakal ditampilin di interview sesi kedua. Have a good day everyone! :D

Minggu, 13 Oktober 2013

Schlumbergerventure : Journey to Schlumberger (Part 3)

Okay. Maaf nih bagi yang nungguin sambungan dari Schlumbergerventure Part 2 gue baru bisa posting lagi sekarang. Kebetulan sekitar sebulanan ini lumayan sibuk sama kegiatan pre-employmentnya Schlumberger. But nevertheless i am trying to spare my time to write this story :)

Cerita postingan lalu berhenti sampai gue dinyatakan tidak masuk dalam shortlist Schlumberger pada posisi Field Service Assistant. Sampe disini gue sih ngerasa baik-baik aja karena gue tau dari awal manajer gue udah bilang dia cari yang berpengalaman sedangkan gue fresh graduate. Nothing to lose lah ceritanya. Nah, setelah itu gue rajin kontak sama rekruiter gue, Bu Krisdiana, untuk sekedar kasih informasi tentang hasil interview user kemarin dan bertanya soal kedepannya gue gimana. Tadinya gue bingung apakah gue jadi gugur status recruitmentnya karena gue baru aja nggak keterima user atau gimana nih? Untungnya Bu Kris kasih informasi ke gue bahwa ternyata gue tetep akan menunggu user interview di posisi gue sebenernya. Akhirnya gue dapet informasi kalau bulan Agustus kembali akan diadakan proses rekrutmen di kampus gue dan menurut instruksi dari Bu Kris, gue tinggal ketemu sama manajer rekruiting yang baru (Bu Stefany, karena Bu Kris sekarang sudah menangani rekrutment untuk experienced) dan bilang bahwa gue sudah lulus interview HR kemaren. Seneng lah ketika akhirnya ada instruksi seperti itu. Rekrutment Schlumberger yang kedua dilaksanakan pada tanggal 20 Agustus 2013, tepat satu hari sebelum gue sidang akhir pada saat itu. Sayang banget beberapa temen gue yang niat ikut jadi harus batal karena terbentur jadwal sidang akhir mereka. Tunggulah tahun depan kawan, Schlumberger akan balik lagi ke kampus!

Singkat cerita rekrutment dimulai, gue tetep ikut introduction presentation seperti biasa. Gue ketemu mas Panggih untuk kedua kalinya. Sampai akhirnya tahap short interview dimulai. Gue tunggu aja sampai Bu Stefany ada waktu kosong jeda nunggu tahap rekrutment berikutnya. Langsung deh gue samperin dan mencoba kasih informasi tentang status gue di rekrutment Schlumberger dan cerita gue sama Bu Kris. Bu Stefany akhirnya approve gue untuk maju ke user interview. Tapi sebelumnya gue ditanya apakah gue yakin mau tetep ambil posisi LT (Lab Technician). Bu Stefany bilang kalau gue sabar untuk nunggu posisi ini sekitar 1-2 tahun kedepan, oke nggak apa-apa gue tetep nunggu karena untuk rekrutment LT tidak sebanyak dan sesering FE/FS maupun ME/MT. Akhirnya gue ambil keputusan untuk maju sebagai FS saja. Gue ambil pilihan yang dulu sebenernya pengen gue ambil sebelum gue memutuskan untuk ambil posisi LT. Temen gue, Adri, juga kasih saran ke gue untuk ambil FS waktu itu. Jadi, setelah hari itu gue berubah status menjadi calon FS menunggu jadwal user interview untuk posisi Field Specialist Well Services Stimulation Segment.

Besoknya, Rabu tanggal 21 Agustus 2013, gue sidang. Alhamdulillah sidang berjalan dengan lancar dan bahkan sidangnya berjalan lancar diluar perkiraan gue dan gue dinyatakan LULUS. Beberapa hari setelah itu gue dapet email undangan untuk mengikuti user interview di Manggar Base, Balikpapan. Gue barengan 4 orang temen lainnya sama-sama interview untuk posisi yang sama dan kita juga nggak tau kebutuhan FS-nya berapa. User dimulai jam 2 hingga sekitar jam 4 sore. Seharusnya kita berlima akan diinterview langsung dengan Mr. Syahir Lutfi Chan, Manajer Operation Schlumberger (KAL). Tapi saat itu beliau sedang ada meeting mendadak sehingga digantikan oleh Mas Febri, Mas Kristo, dan Mbak Aidura, Engineer WS. Gue dan temen gue, Pandu, sempet takut juga melihat interviewer yang masih muda dan berjumlah tiga orang lagi. Kita mikirnya bakal kayak sidang akhir nih, ditanya-tanya yang susah susah. Apalagi setelah melihat temen gue yang urutan pertama interview. Serem. Tapi Alhamdulillah banget, gue bersyukur ternyata proses interview gue berjalan lancar. Santai tapi tetap terjaga kontennya. Bahkan ada satu hal yang gue nggak kepikiran bakal disuruh. Jadi kalau lu ngikutin blog gue, pastinya udah sempet tau kalau gue bekerja sebagai penyiar radio di salah satu radio musik Samarinda selama kuliah. Ketika mereka membaca CV gue dan disitu tertulis gue pernah kerja di radio, gue langsung disuruh siaran! Yak, benar gue harus memperagakan bagaimana gue siaran di depan interviewer gue. Hahaha.. Pengalaman yang lucu dan unforgettable. Akhirnya setelah selesai, sebelum gue keluar pintu, gue ditanya menurut gue kira-kira lulus interview nggak? Sempet mikir sebentar dan gue jawab aja dengan mantap, "i think i am doing great back there, but the decision is yours. So i don't know whether i'm pass or not, yet."

Dari pengalaman ini gue bisa bagi sedikit tips lah bisa dibilang untuk interview dimanapun. Sebenernya kalau coba googling juga banyak tuh tipsnya tapi yang ini khusus buat yang nyasar ke blog gue. Hahaha!
  1. Attitude is still #1! Sikap ini masih menjadi penilaian utama disamping apa yang ada di otak kamu. Jadi ketika masuk ruang interview sebisa mungkin sapa mereka duluan (interviewer), senyum, dan jabat tangan mereka. Hal ini menandakan kamu menghormati mereka. Duduk ketika dipersilahkan duduk, namun apabila tidak ada instruksi mempersilahkan kita duduk, duduklah di kursi setelah kita menyapa dan menjabat tangan mereka
  2. Jaga posisi tangan dan kaki tetap rileks. Jangan mengetuk-ngetukkan kaki, dsb
  3. Jaga posisi tubuh tetap tegap namun jangan tegang dan kaku
  4. Usahakan jawab pertanyaaan yang diajukan dengan singkat dan padat. Namun apabila interviewer meminta penjelasan maka jelaskan saja
  5. Jaga nada suara tetap tenang dan usahakan tetap senyum namun serius. 
  6. Sebisa mungkin lakukan riset kecil tentang posisi/job yang akan kamu isi. Hal ini walaupun kecil tapi pengaruhnya besar terhadap hasil wawancara
  7. Coba berlatih. Beberapa pertanyaan dasar pastilah akan ditanyakan ke kita seperti: describe yourself, your weaknesses, etc. Jadi penting untuk berlatih duluan apalagi jika interview dilakukan dengan bahasa inggris agar jawaban kita nantinya bakal terdengar mantap!

Setelah kami berlima selesai melakukan intevrview semua, masing-masing langsung kembali ke Samarinda. Gue sampai di Samarinda lagi sekitar jam 8 malam dan gue langsung kasih kabar ke Bu Stefany, Bu Kris, dan Mas Panggih bahwa gue udah selesai user interview dan sedang menunggu hasilnya beberapa hari ini. Setelah itu gue langsung memutuskan untuk tidur. Besok paginya gue berencana pergi ke kampus untuk bayar biaya wisuda dan ada sedikit kegiatan di Jurusan.  Nah dari pagi ponsel gue udah nggak berhenti ada sms masuk dan telepon dari temen-temen yang kemaren sama-sama user interview di Balikpapan. Gue udah ditanyain lulus apa enggak interviewnya. Gue udah disuruh cek ada email dari Mas Panggih nggak? Belakangan gue tau, ternyata temen-temen yang nggak masuk shortlist untuk posisi ini udah dapet kabar duluan malam harinya langsung. Karena banyak yang nanyain dan gue juga penasaran sih, gue bukalah email gue dan ada satu email baru dari Bu Stefany. Gue buka lah. Isinya kurang lebih begini:
"Okay, Rizaldi you did well on the interview. Congratulation for you!. Now please wait for further information from us."
Email balasannya ini gue liat dikirim sekitaran 5 menit dari gue kirim email ke Bu Stefany. Haha. Kalau gue tungguin tadi malem gue bisa tau duluan nih ya! Wah langsung deh tuh gue loncat-loncat karena seneng. Alhamdulillahirrabbil Alamiin.. #SujudSyukur

Nah, cerita untuk part 3 nya ini gue potong lagi nih sampai disini ya. Keep spirit lah buat temen-temen rekrutment Schlumberger seluruh Indonesia. Keep strive for the best! Stay tuned for the Schlumbergerventure part 4!! Have a good day everyone! Cheers!

Kamis, 26 September 2013

Haunted by Glee

R.I.P Cory Monteith

i know, i know this posting probably just like the most useless thing to read. but still i want to write it down and hope maybe there will be poor guy who accidentally come to visit my blog. After all this is my blog, right? LOL

karena Glee season 5 bakal airing dua hari lagi. so, i think before i am ready to watch that show again i must somehow get over of my problem watching it especially after Cory's tragic death. Jadi posting kali ini emang bakal ngebicarain soal kematian Cory Monteith dan dampaknya bagi gue untuk balik lagi nonton Glee. i know what you're thinking right now. "Oh my God, Zal you're such a baby. You're being over dramatic here, yeah he's dead already so what's the point? Even if you are crying a river doesn't make him come back alive" #TrulySass

hey let me tell you this. If you are one of the Glee shipper and you feel like Glee is your highlight of day, you will be upset when there's someone who says that statement online or in real life, right?. Especially if you are truly a GLEEK by the first airing of the show. i mean, yeah we all know that he's dead, we know that the show must go on somehow, and we are definitely know that Cory's death cause is heroin and alcohol. Tapi menurut gue (dan mungkin menurut lu yang juga Gleek) all that matters is just the memories. we truly have a fantastic 5 years of memories with him. So that's the point. semua adegan, lagu, dialog, mimik muka, gesture seorang Finn yang nggak bisa gitu aja hilang dari memori semua Gleek.

sedikit cerita, ketika gue denger kabar meninggalnya Cory, at the first it is completely natural to feel shock. but then comes the sad waves. suddenly you feel close to that completely stranger person. suddenly you start tearing up. but hey, i am human. so i am just assuming that a very normal human will cry if something sad happened. Jadi emang tiga hari setelah meninggalnya Cory, gue masih dalam keadaan sedih galau gak jelas gitu. aneh? gue juga ngerasanya gitu. Ternyata gue pikir-pikir lagi sebenernya gue bukan sedih  sama Cory nya sih, gue lebih sedih sama the idea of someone that i know is dead. jadi gue sedihnya lebih ke kenyataan dan suasana sih kalau gue bilang. Jadi buat lu yang mikir bahwa ngapain sih nangisin orang yang jelas-jelas meninggal karena overdosis? udah ada jawabannya tuh, tenang aja gue gak nangisin dia kok. gue sedih karena karakternya yang meninggal.

jadi gue jelasin dikit deh keadaannya. Misalnya nih lu punya seseorang yang udah lu liat tiap hari selama 5 tahun. seseorangnya bisa siapa aja, bisa pedagang koran, penjual gorengan, bisa temen sendiri, they could be anybody. Nah ketika suatu hari lu nemuin berita mereka udah meninggal, pasti ada sedikit atau banyak rasa sedih yang lu rasain. karena lu udah terbiasa ngeliat mereka selama 5 tahun dan secara tidak langsung ada koneksi yang bisa bikin lu ngerasa dekat sama mereka. ini menurut gue yang terjadi.

So in the end guys, i am still in mourning for Finn Hudson though. Dari bulan kejadian sampai hari ini pun ketika gue mencoba untuk nonton Glee lagi, gue bakal berhenti ditengah-tengah pas karakter Finn muncul. Gak tau kenapa. Hahaha.. it's actually kind of weird. Sedikit mikir kayaknya gue ngebawa soal gini jadi personal banget tapi ya gitu lah. i think this kind of thing is just some part of me. Kayaknya gue baru bisa lega lagi nonton Gleenya setelah episode 3 yang memang khusus untuk memorial Finn Hudson. Seenggaknya gue dan jutaan Gleek lainnya bakal bisa say goodbye for Finn Hudson after that show. Don't forget to catch Glee season 5 premier on Thursday, September 26!

moral point of story! Haha.. jadi menurut gue di postingan kali ini gue ngingetin lagi tentang rasa kehilangan. Sebagai manusia gue pikir perasaan sedih yang muncul ketika kehilangan sesuatu itu (sangat) wajar. Berlaku untuk apapun. Makanan yang jatuh, sedih. Buku yang hilang, sedih. Bahkan kontak BBM, nomer kontak hilang pun bisa bikin sedih. Ya nggak? Apalagi kalau yang hilang ini sesuatu yang hidup. Ya pasti lah sedih. #HayoNgaku
jadi manusia yang kuat bukan gimana lu nggak ngerasain sedih dan kehilangan. Tapi lebih gimana lu bisa ngelepas perasaan sedih karena kehilangan tersebut biar lu lebih lega dan bisa jadi diri sendiri yang lebih baik. Faktanya adalah banyak orang yang nggak bisa ngelepas rasa sedihnya sehingga bikin dirinya sendiri tersiksa sekian lamanya. Banyak banget orang yang nggak bisa move on. Gue juga udah pernah ngomongin masalah ini nih disini so silahkan di klik! pertanyaannya sekarang, apakah lu udah siap ngelepas rasa sedih yang ada di diri lu? ;)

Have a good day everyone! :D

Minggu, 22 September 2013

Schlumbergerventure : Journey to Schlumberger (Part 2)


Good Morning, guys! so here it is. lanjutan dari cerita perjalanan menuju Schlumberger ini. Enjoy! :)

#4 : HR Interview

Okay. Congratulation for those of you who's made it till this test. HR Interview pada rekrutment gue dilakukan sehari setelah tes hari pertama selesai. Jadi pada hari selasa, 19 Februari 2013 tes selesai sekitar jam 2.30 sore setelah focus group discussion selesai dan peserta yang lolos ke tahap berikutnya telah diumumkan. Kemudian kita diberi pengarahan untuk melakukan HR Interview di tempat yang berbeda. Tapi bisa aja langsung hari itu juga di tempat yang sama kalau memang waktunya cukup. Gue dapet jadwal untuk HR Interview besok paginya jam 9.30 pagi. Hari rabu paginya, gue nggak ke kampus. Ceritanya bolos. Haha.. Jangan ditiru guys. Walaupun sebenernya pagi itu ada jadwal praktikum di kampus, tapi gue mikirnya jam 10 gue kelar interview dan masih sempet ikut praktikum lah. Cuma absennya aja yang gue telat lagian  gue udah titip izin kok. Tapi apa daya, Bapak dosen praktikum tercinta tidak membiarkan gue bolos absen gara-gara interview dan gue dikasih hadiah alpa 7 jam. Terima kasih ya pak! #TrulySarcasm

Anyway make sure you prepare some CV's, your transcript, or some of your achievement certificate, TOEFL certificate, etc. Just in case if it needed later. Better be prepared, right? Seperti yang mungkin lu pernah baca juga di blog lain, untuk proses interview ini basicly untuk tahu lebih jauh tentang pribadi lu. Jadi lu nanti bakal dapet pertanyaan-pertanyaan seperti berikut ini :
  • Please describe yourself/tell me about yourself?
  • What is your best quality/what is the strongest point of yourself?
  • What is your worst quality/weaknesess?
  • How is you deal with your problem? Or with your weaknesess?
  • Tell me about your family?
  • Tell me about your hobby?
  • What is your position preference?
  • Where do you want to work? (Jakarta/Balikpapan/Riau)
  • Why do you want to work in Schlumberger?
  • What is your goal with schlumberger?
  • Why do you choose Field Engineer/Specialist or Maintenance Engineer/Technician or other position?
  • Please tell me about your background study?
Dan masih banyak lagi pertanyaan-pertanyaan yang mungkin bakal lu dapet ketika sudah sampai pada tahap ini. Sedikit informasi guys, pada saat interview ini nggak menutup kemungkinan bakal ada pertanyaan-pertanyaan yang bersifat teknikal. Sebagai contoh, gue kebetulan adalah mahasiswa Teknik Kimia. Pada saat HR Interview, temen gue yang juga dari jurusan yang sama dapet pertanyaan seperti ini:
  • Do you know about corrosion? Can you explain to me the reaction of corrosion?
  • Please explain about acid and base?
  • Please explain about the molarity? Is different from molality?
  • Please write down this following chemical substance into its chemical symbol
Temen gue yang dari jurusan mesin/mekanik juga dapet pertanyaan teknikal seperti:
  • Please explain about hidrolic system
  • What is the essential part for performance in machine?
Dan beberapa jenis pertanyaan teknikal lainnya. So my advice please read some of your old notes, some basic information about your study. Just to be prepared. Karena kita nggak tau bakal dapet pertanyaan apa. Satu lagi yang mesti diingat adalah remember interview ethics! Mungkin beberapa dari kita bakal lupa tapi ini penting. Bahkan beberapa dari temen gue sampai lupa saking mereka grogi ketemu sama interviewernya. Ketika kita menghadapi  interviewer, ucapkan salam terlebih dahulu kemudian jabat tangan mereka. Not too firm but not too loose either and the most important : smile! Tunjukkan kesan kalau kita excited to be here with them. Usahakan kontak mata tetap terjaga dan posisi duduk yang santai. Hati-hati terhadap gesture tangan dan kaki. Ketika interview dimulai jawab aja pertanyaan demi pertanyaan dengan santai namun tetap berbobot isinya dan tetap ringkas. Jangan terlalu bertele-tele. One last piece of quick advice guys, interview needs practice. Trust me on this. Karena kita akan melakukan interview dalam bahasa inggris yang jelas bukan bahasa ibu kita. So practice makes perfect. Bahkan orang yang TOEFL nya 500 sekalipun tetap butuh latihan at least sekali untuk melatih lidah mereka dalam menjawab pertanyaan. Jadi usahakan lu udah punya jawaban dari pertanyaan-pertanyaan seperti diatas dan coba berlatih dalam menjawabnya. Make simulation. Karena mungkin dalam bahasa Indonesia pertanyaan seperti itu mudah saja dijawab, tapi dalam bahasa inggris? Bisa saja terjadi blank saking groginya dan akhirnya speechless.

So, pagi itu gue di interview dengan Bu Krisdiana. It was 30 minutes of fun interview. Setelah interview selesai, kandidat yang lulus akan diinformasikan lewat email dan telepon. Jadi setelah ini yang gue lakukan adalah waiting for that email and phone call. Disini lah proses menunggu terjadi guys. Dari yang gue tau durasi tiap-tiap orang berbeda guys. Ada yang   satu bulan, dua bulan, tiga bulan, bahkan lebih dari lima bulan. Gue termasuk yang lebih dari lima bulan guys. Total gue nunggu email untuk ke tahap selanjutnya adalah kurang lebih 6 bulan. Jadi kalian yang sedang dalam masa tunggu gue Cuma bisa bilang sabar guys. Keep pray hard and study hard. Nanti insya Allah email yang ditunggu bakal masuk ke inbox kita :)

Inget cerita rekrutment gue terjadi bulan apa? Yup! It's on February. Nah pada saat gue lagi sibuk-sibuknya ngurus Tugas Akhir. Di suatu sore bulan Juli. Kampus udah sepi, gue masih nunggu dosen untuk konsultasi. Ada panggilan masuk dari nomer yang nggak dikenal. Nomor depannya 021-7xxxxx, Oh My God!! This is it! Gue angkat dan suara Bu Kris diseberang sana, "Halo? Benar dengan Rizaldi? Apa kabar Rizaldi?.." dan isi dari telepon itu adalah gue ditawarin untuk mengisi posisi FSA (Field Service Assistant) di Balikpapan. Bu Kris merekomendasi gue untuk ambil tawaran ini dan gue ambil lah. Sedikit informasi, gue apply di posisi operation/technical sedangkan tawaran pekerjaan ini adalah posisi kantor/marketing/bussiness semacam itu. Ketika gue baca detail pekerjaannya, gue sempet ragu karena background gue teknik dan yang dibutuhkan adalah orang dengan background bisnis. Gue sempet konsultasiin terlebih dahulu dengan Bu Kris apakah gue tetep ambil posisi ini atau enggak. She said, "go for it", then i am taking it. Akhirnya akhir Juli 2013 gue berangkat ke Balikpapan untuk ketemu langsung dengan calon manager gue ntar dan interview dengan beliau. Dari awal gue sih mikirnya nothing to lose lah, gue tetep harus perjuangin ini posisi karena Bu Kris udah percaya sama gue dan gue gak mau ngecewain rekruter gue pastinya. Akhirnya gue ketemu dan interview dengan, Mr. Claudi. He's a very great person. I like him. He's nice. Ketika gue interview bareng Mr. Claudi, he said that he likes my enthusiasm and want to have me there. Tapi sayangnya kriteria gue gak match sama ekspektasinya Mr. Claudi. Beliau lebih mengharapkan seseorang yang lebih berpengalaman, dibandingkan gue yang fresh graduate. Berita baiknya, beliau bilang CV gue ditahan jadi kalau ada posisi kosong pasti akan langsung diinfomasikan ke gue. Walapun tetep sedih karena gak diterima,  but hey it's nothing to loose right? Malamnya gue email Bu Kris untuk informasi bahwa gue sudah melakukan user interview dan ternyata manager mau sesorang yang lebih berpengalaman.

So guys, that is my story. I hope you will get something useful when you read this :) thanks for stopping by and don't forget to comment! Have a good day everyone! Cheers! :)

P.S : ceritanya belum habis sampai disini. Karena setelah itu ada kiriman email lagi dari bu Kris yang bikin gue loncat-loncat saking senengnya! Tunggu di postingan berikutnya! Schlumbergerventure part 3! Come out soon!

Jumat, 20 September 2013

Schlumbergerventure : Journey to Schlumberger (Part 1)


Hey guys. It's been a while :) sesuai namanya for this post i want to share some of my experience. Pada awalnya i know nothing about schlumberger too. Seriously and honestly. Just so you know this is completely okay, but if you already know about schlumberger it would be very great! Jadi modal awal pengetahuan gue soal schlumberger adalah cerita si mamah soal kerabat jauh gue yang kerja di schlumberger. Waktu itu gue mikirnya schlumberger itu perusahaan minyak asing sama kaya TOTAL, CHEVRON, dan lainnya. Padahal faktanya, they're completely different guys.

Schlumberger is a leading oil field and gas SERVICES AND PROVIDER since 1926. Schlumberger began to explore Indonesia in 1930. Sudah sekitar 87 tahun schlumberger ada di Indonesia dan mesti diingat bahwa ini adalah perusahaan JASA.  Schlumberger bergerak di sektor industri hulu, yang fokus pada bagaimana caranya reservoir dapat ditemukan, diproduksi, dan diangkat ke permukaan.  Jadi nggak aneh kalau ada schlumberger di sumur minyak milik PERTAMINA karena schlumberger penyedia jasa dan bisa disewa oleh perusahaan minyak yang memang membutuhkan teknologinya. Schlumberger punya tagline, "many culture, one dream, success without boundaries" karena schlumberger memang punya karyawan multicultural dan nilai di perusahaan ini yang gue suka banget, "People, Profit, and Technology". Dari penjelasan recruiter gue saat itu, schlumberger benar-benar melihar karyawannya sebagai aset yang wajib diutamakan. Mereka punya prinsip kalau tidak ada karyawan maka tidak akan ada profit untuk perusahaan. Maka dari itu kesejahteraan karyawannya dijaga betul oleh perusahaan. Kemudian teknologi yang selalu diutamakan menjadikan schlumberger perusahaan jasa migas nomor 1 di dunia. Overall, schlumberger punya beberapa segment dalam perkerjaannya. Ada wireline, drilling and measurement, well service, schlumberger information solution, artificial life, completion, testing, dan beberapa segment lain dengan tugas masing-masing. Lebih lengkapnya, jalan-jalan kesini deh.

Anyway, jadi sekitar bulan februari 2013, gue dapet sms yang isinya informasi kalau bakal ada recruitment employee schlumberger di kampus. Setelah ngobrol sama beberapa sahabat gue, akhirnya gue dan sahabat gue ini memutuskan ikut daftar proses recruitmentnya. Hari selasa, 19 september 2013 jam 8 pagi gue, Yayan (sahabat gue) dan sekitar 150 orang lainnya udah ngumpul di aula perpustakaan Politeknik Negeri Samarinda. Tim recruitment schlumberger dari Jakarta udah siap dan sebentar lagi bakal dimulai presentasi pengenalan schlumberger kepada para peserta (belakangan ini gue baru sadar dan bersyukur banget karena kampus gue termasuk salah satu kampus yang didatangi oleh tim recruitment schlumberger. Alhamdulillah ya Allah!). Recruiter pada pagi itu adalah Ibu Krisdiana Wardhono (thumbs up for Bu Kris!) dan Bapak Thamrin. *periode recruitment februari ini adalah periode recruitment terakhirnya Bu Kris karena saat ini Bu Kris menangani proses recruitment untuk experienced applicant. Setelah memperkenalkan diri, Bu Kris memulai pengenalan tentang schlumberger, sedikit sesi tanya jawab, dan menjelaskan prosedur recruitment hari itu. So guys, basicly proses recruitment schlumberger memiliki alur seperti  dibawah ini. Note : semuanya dilakukan menggunakan bahasa inggris:
1. 3 minutes communication/short interview
2. Technical test
3. Focus Group Discussion/Group Discussion
4. HR Interview
5. User Interview
6. Medical Test 
Nah gue jelasin satu per satu deh,

#1 : 3 minutes communication/short interview

Tes yang pertama ini kalau gue bilang adalah mengukur kemampuan komunikasi lu dalam bahasa inggris. Bagaimana lu bisa menyampaikan ide yang lu punya ke orang lain menggunakan bahasa inggris dan seberapa baik kemampuan bahasa dan komunikasi lu. Ini adalah kesempatan pertama lu ketemu dengan recruiter, jadi saran gue adalah MAKE IMPRESSION! Buat impresi baik akan diri lu ke para recruiter. Tunjukkan kemampuan bahasa dan ide yang baik agar nama lu diinget dan trust me guys, you have to kill for that great impression. Benar-benar dipersiapkan.

Bentuk interviewnya sendiri adalah lu ntar disuruh mengambil satu kartu diantara tumpukan kartu yang tersedia dan menjawab pertanyaan yang tertulis pada kartu tersebut. Inilah beberapa jenis pertanyaan yang bisa jadi gambaran buat lu:
· What do you know about presentation skill?
· What do you know about communication skill?
· What do you know about schlumberger?
· What do you know about time?
· What do you value the most in this world? And why?
Jenis-jenis pertanyaan singkat seperti ini yang akan muncul pada saat lu melakukan short interview. Tips untuk tes ini adalah jawablah dengan jawaban yang dipikirkan dengan baik, tidak terlalu terburu-buru, santai, ringkas, dan jelas. Try to keep smile while answering your question supaya terlihat santai dan tidak tegang. Setelah semua peserta selesai diwawancara, kita bakal menunggu hasil dari test pertama ini. Pada waktu gue dulu lumayan banyak yang gugur pada tes ini karena di schlumberger menurut recruiter gue pada saat itu adalah hal yang sangat penting. it's essential. So guys if you want to join in schlumberger make sure you practice your english. Kurang lebih 15 menit, hasil tes ditempel di pintu masuk ruangan recruitment dan alhamdulillah! Nama gue masuk. Let's move to the second test.


#2 : Technical Test

Tes yang kedua ini berupa tes tertulis. Subject yang diujikan disini adalah matematika, fisika-mekanik, fisika-listrik, beberapa soal psikologi. Rulesnya untuk tes ini Cuma satu, isi semua pertanyaan yang ada whether you know it or not. Maybe try to guess it. Tapi seriously guys, lu harus coba jawab semua pertanyaan yang udah diberikan . Kalau memang diakhir nanti lu udah mampet nggak bisa jawab pertanyaannya, ya coba aja tebak deh. Ketika lu jawab semua pertanyaannya seenggaknya lu udah bikin kesan bahwa sesulit apapun tantangannya, lu tetep memilih maju dan keep struggling for the solution. Bukannya ketemu soal susah dikit malah ditinggalin begitu aja. Kesannya begitu ntar ada pekerjaan yang sulit, lu udah nggak bisa handle. Sedikit masukan sih kalau memang mau, sebelum tesnya berlangsung satu minggu atau dua minggunya lu buka-buka bank soal UN atau SNMPTN deh karena kalau gue liat tipe soalnya mirip. Sama seperti tes pertama. Kita disuruh nunggu lagi sampai kira-kira 30 menit, hasil tes keluar dan ditempel di pintu masuk ruangan. Cukup rebutan pada saat gue mencoba untuk melihat hasil karena masih cukup banyak peserta waktu itu. Gue cari nama gue, dan alhamdulillah, nama gue kembali tercantum di kertas pengumuman. Setelah ini lu bersiap-siap untuk tes tahap ketiga.

#3 ; Focus Group Discussion/Group Discussion

Untuk tes yang ketiga ini para peserta yang lulus dari tes pertama dan kedua akan dibagi menjadi beberapa kelompok kecil (sekitaran 5-6 orang), kemudian akan diberikan suatu proyek/kasus/permasalahan untuk nantinya harus diselesaikan oleh masing-masing kelompok. Dari beberapa informasi yang udah gue rangkum (blog, forum, dan informasi temen-temen) dan gue alamin, kita akan diberikan suatu proyek untuk "membuat" sesuatu. Pada waktu gue ikut recruitment, proyeknya adalah membuat prototipe rig dengan spesifikasi tinggi 100 cm, dan mampu menahan beban 10 buah baterai ukuran C. Bahan yang disediakan untuk masing-masing kelompok adalah beberapa lembar kertas A4, dan sebuah selotip bening. Disinilah skill problem solving lu bakal dinilai. Nah biasanya sebelum pengerjaan 'proyek' dimulai, tiap kelompok akan diminta berdiskusi (dalam bahasa inggris loh ya) soal rancangan proyek dan memilih satu leader dalam kelompoknya. Ketika lu yakin untuk menjadi leader, jangan ragu. Boleh menunjuk diri sendiri namun jangan sampai terlihat arogan. Akan lebih baik apabila kamu dipilih oleh sesorang yang lain :) Saran dari gue untuk tes tahap ketiga ini adalah be active but not overtalking. Jangan terlalu berbicara banyak namun aksi kamu nggak ada atau NATO. Jadi bicaralah cukup namun efektif. Ini akan membuat kesan yang baik. Dan jangan pernah, EVER, menjadi pahlawan bagi kelompok lu. Ketika ada yang disalahkan maka sudah otomatis menjadi kesalahan kelompok. Jangan pernah menyalahkan seseorang dalam kelompok. Intinya di tes ini adalah sejauh mana lu bisa bekerja dalam tekanan dan dalam kelompok. Apakah lu mampu berkompromi demi tercapainya tujuan akhir? Atau lu orang yang lebih suka mengerjakan semua pekerjaan sendiri agar hasilnya sesuai dengan standar yang lu punya sendiri di dalam kepala lu? Biasanya orang yang individual akan terlihat pada tes ini. Saran lagi, apapun yang ada dalam kelompok lu, bagaimana pun watak orangnya, kerjasama adalah nomor satu. Percayalah pada teman kelompokmu yang lain pada saat mengerjakan proyek, karena pasti akan ada pembagian job. Triknya apabila memang lu lihat masih ada yang kurang, segera lakukan perbaikan dan penambahan setelah mereka selesai mengerjakan tanpa harus menyuruh teman kelompokmu yang lain. Jadi jangan terlalu dominan tapi juga jangan pasif. This test is tricky, but if you really did well, you can be sure that you'll pass. Setelah selesai akan dilakukan penilaian dan presentasi kelompok. Setelahnya kembali kita akan menunggu hasilnya. 

ada satu lagi bentuk tes tahap ketiga yang mungkin saja lu alamin. tapi gue kebetulan nggak kena tes ini. gue kutip dari blognya bang Ryan, namanya games prioritas. Pada games prioritas, para peserta kelompok akan disuguhkan sebuah studi kasus tentang seseorang yang sedang berlayar di danau/sungai/laut dan tiba-tiba ada kejadian yang membuat kapal itu tenggelam. Di saat genting seperti itu, tersebutkan ada 10 alat yang tersisa seperti kompas, peta, korek api, minuman keras, dan lain-lain (cukup banyak referensi yang membahas ini, silakan kunjungi kaskus mengenai thread ini). Nah, tiap kelompok harus mendiskusikan tentang prioritas barang yang harus dibawa mulai dari yang terpenting hingga ke yang tidak terpenting.

Sore itu alhamdulillah nama gue kembali tercantum. Hingga tahap ini peserta yang tersisa sekitaran 20 orang dari awalnya 150 orang. Bersyukur banget gue bisa menyisihkan sebegitu banyak orang dan sampai pada tahap selanjutnya.

Tahap selanjutnya adalah tahap HR Interview, tapi untuk penjelasannya gue bakal masukin di postingan berikutnya ya guys. yang bikin hari itu gue seneng banget adalah temen gue yang menjadi panitia recruiting dari kampus sempet cerita ke gue disela-sela jam istirahat makan siang. Temen gue ini cerita kalau bu Kris (salah satu recruiter) bilang bahwa dia sudah punya jagoan untuk recruitment hari ini, dan temen gue bilang bahwa yang dijagokan oleh bu Kris adalah gue! alhamdulillah banget pas gue denger hal itu. inilah kenapa first impression lu harus bener bener baik biar recruiter lu bisa langsung inget ke lu :)

Gue harap postingan in dapat membantu buat lu yang memang pengen dan sedang menjalani proses recruitment sebagai tambahan informasi. Hope this will helps. At the end, wish the best for us! Have a good day! Cheers! :D