Minggu, 26 Mei 2013

Calf Raise : I (Don't) HATE You!

buat ngelatih otot betis neh!
Udah kurang lebih tiga minggu yang lalu gue gabung di salah satu gym gitu. niat awalnya sih pengen memenuhi resolusi tahun 2013, punya perut six packs dan badan atletis (LOL). So far sih everything seems fine dan akhirnya setelah semingguan adaptasi sama alat-alat gym, dimulailah latihan untuk membentuk tubuh yang gue contek dari salah satu situs fitness indonesia gitu. menu latihannya lengkap, dari senin s.d. minggu gue cuma dikasih jatah 2 hari libur.

Hari senin latihan dada dan triceps : okay. Hari selasa latihan punggung dan biceps : no problem. Hari ketiga latihan perut atas dan kaki : disini ada sesuatu yang sesuatu banget dah. gue nemu latihan yang bisa lu liat gambarnya, namanya Standing Calf Raise. Gerakannya sumpah super duper simple. Lu cuma berdiri di ujung papan atau lantai yang tinggi menggunakan ujung kaki (jari-jari) kemudian tinggal jinjit-jinjit doang selesai deh. setelah latihan sih nggak ada masalah, tapi ternyata besoknya KAKI GUE NGGAK BISA DIPAKE JALAN! ARRRGGH!!

SUMPAH! sakitnya lumayan bisa bikin wajah kamu yang tadinya selalu senyum jadi selalu meringis nahan sakit. Betis gue kenceng banget ototnya jadi susah dipake jalan dan nggak sakitnya cuma kalau lagi dilipat (duduk). Ya sudahlah gue jalan a la dinosaurus gitu dengan kedua kaki jinjit agak ditekuk kalau jalan karena kalau dilurusin nyeri banget!! LOL! Asli gue ngerasa lucu banget dah, pantesan aja nggak semua orang body nya keren wong latihannya juga harus sakit-sakit gini. It takes me two days of recovery.

So guys, buat kamu yang pengen latihan betis bisa dicoba tuh gerakannya dan tenang aja Standing Calf Raise, gue nggak benci lu kok. Hahaha.. Have a nice weekend guys!

Western Music Strikes Back!

I choose WEST!
try to be honest when you answer this question : when you only allowed to listen music from one person only for the rest of your life, will you choose music from Beyonce, Lady Gaga, Katy Perry and the other western musician OR you'll choose music from Agnes Monica, Raisa, Afgan, and the other indonesian musician??

Kalau jawaban lu adalah memilih musik Indonesia, you're doing great! keep doing that and keep support Indonesian music. Tapi buat lu yang memilih mendengarkan musik barat, we have the same answer bro. Gue nggak bilang kalau pilihan gue dan lu salah karena lebih memilih musik barat. tapi ada baiknya kalau lu mengerti pola pikir gue kenapa seperti itu. mungkin saja kita punya pikiran yang sama, atau kalau nggak mungkin saja pikiran gue bisa masuk ke sense of justice kamu dan kita punya pikiran yang sama :)

for some reason, i choose western music because its diversity. gue bisa milih lagu dan musik yang bisa bikin gue galau sampai musik dengan lirik yang "eeewwww" banget bikin mual. Kerennya lagi semua jenis musik itu dikerjakan dengan serius oleh musisinya seolah-olah itu adalah masterpiece. Gue bisa dengerin lagu-lagu cinta yang klise namun tetap puitis dan sounds great. Gue bisa dapetin lagu-lagu cheesy yang kadang polos dan konyol sih liriknya, tapi melodi dan beatnya nggak bisa dilupain begitu aja. With all of these quality, these are things that makes me choose western music.

nah dimata gue sebagai penikmat musik awam lah, musik indonesia belakangan ini malah mengalami penurunan dari segi kualitas dan kuantitas. apalagi ditambah dengan musik-musik yang cuma menggali dari satu jenis musik saja (dan beberapa yang juga masih mainstream). i am sick of those music! seakan-akan musisi indonesia inspirasi lagunya cuma dari cinta, pacaran, curhat, galau, PHP, nikah siri, selingkuh, PDKT, apalagi deh lu sebut aja sendiri.

Gue bukannya benci sama lagu Indonesia, but it's all about preferences. Satu bukti yang bikin gue yakin sama pernyataan gue diatas adalah coba aja lu liat di kompetisi nyanyi yang ada di televisi saat ini (X-Factor, The Voice). Silahkan lu hitung sendiri berapa total lagu barat yang dibawakan dibandingkan lagu Indonesia sendiri. Miris sih sebenarnya, apa kita udah kekurangan lagu yang "layak" dibawakan di kompetisi nyanyi kali ya? Bukti lain lagi, coba deh kalau kamu punya kenalan yang punya Band (anak band maksudnya) silahkan tanya influence musik mereka itu siapa dan darimana. Kalau influence mereka adalah musisi Indonesia semua, gue ngaku kalah. Tapi gue bisa yakin kalau Influence terbesar mereka kadang adalah musisi barat. That's why. Diri lu sendiri yang bisa menilai sih seberapa baik industri musik di negeri sendiri. Tapi untungnya, thank God, ada musik-musik indie or non indie (tapi bukan label mainstream). walaupun dari segi produksi mereka masih kalah dibandingkan major label, tapi menurut gue musik mereka lebih punya keunikan sendiri yang bikin asik untuk didengar. Lagu-lagu seperti ini masuk ke playlist musik gue dan setidaknya memberi gue harapan bahwa musik dan lagu Indonesia itu masih berkualitas. 

in the end gue percaya bahwa Indonesia memang punya musik-musik berkualitas. sebut aja Agnes, Padi, Raisa, Melly G, dan banyak musisi lain yang selalu menghasilkan musik bagus. Bahkan Grup paduan suara UI, Paragita, punya project untuk merekam musik-musik daerah Indonesia, kemudian banyak grup musik etnik Indonesia yang dah bolak balik ke luar negeri untuk tampil. itu semua adalah bukti Indonesian Music is GREAT!! Yang gue mau lihat adalah ketika musik Indonesia yang bener-bener INDONESIA yang dibawa go international. Gue mau lihat gamelan, sasando, musik etnik, musik jaman 80-90an yang bisa diperkenalkan ke dunia luar. bukannya orang luar yang malah excited sama musik indonesia trus diperkenalkan ke luar. kalau seperti itu dimana kebanggannya. Gue harap sih musisi Indonesia bisa ngebawa itu, bukannya punya mimpi go international dengn minta dukungan rakyat Indonesia tapi musik yang dibawain R&B, Jazz, Pop Dance, Elektro, dll. bukannya nggak boleh sih, tapi gue ngerasa lebih seneng dan bangga aja kalau ada musisi Indonesia yang bikin karir international lewat musik asli Indonesia. Bjork aja masukin gamelan ke dalam lagu-lagunya, masa musisi Indonesia nggak ada? #Nyindir. Namun sayangnya banget kadang musisi bangus kita malah ketutupan sama musik-musik yang sering keluar masuk televisi dan cuma mencari popularitas doang. Jadi lagu dengan lirik curhat super polos konyol nggak ada artinya itu lebih 'kedengeran' dan kesannya Indonesia sekarang cuma "menyuburkan" musik-musik seperti itu. Keep support Indonesian Musician dan buktikan dong kalau emang selera musik kamu itu keren!

Have a good day everyone! :D

Sabtu, 25 Mei 2013

EPIC STARSHIP BATTLE : STAR TREK INTO DARKNESS

my fave' actor; his accent is awesome!
Another movie review yang masuk ke blog ini. so far karena gue gak sering-sering banget nonton film ke bioskop padahal gue hobi (apa daya kantong tak tebal). jadilah gue jarang nulis yang beginian, but it's okay. i do believe that every movie review that you read over here is recommended movie to watch!

Sebenernya begitu film ini muncul gue sendiri nggak terlalu excited sih. first, gue bukan Space movie-geek. i know that STAR WARS and STAR TREK is like GOD of space movie and i've watched some of them. but i am not their shipper. second, ada film lain yang masih pengen gue tonton (it's IRON MAN 3). Lucky me, gue dapet tiket gratisan dari event radio dan kebetulan film yang digratiskan itu adalah film, STAR TREK INTO DARKNESS. gue pikir nothing to lose lah, toh gue nggak keluar duit. filmnya boring juga biarin lah.

tapi ternyata setelah lampu teater diredupkan, film dimulai, gue wajib narik semua ekspektasi negatif tentang film ini. It's totally awesooome!! EPIC battle on space! gue nggak nyangka ternyata film STAR TREK bisa sekeren ini (apa gue aja kali yang baru nonton). Cerita dimulai disebuah planet yang penduduknya masih pada primitif dan belum mengenal roda. Penduduk planet ini terancam kehidupannya karena gunung api yang ada di planet tersebut akan meletus dan dipastikan akan menghanguskan seluruh peradaban planet tersebut jika terjadi. Awak kapal Enterprise pun nggak tinggal diam dong. ternyata mereka diam-diam ingin menghentikan gunung api tersebut dan menyelamatkan planet tersebut. but because some technical problem Capt. Spock ketinggalan di dalam kawah gunung api tersebut dan hampir saja hangus kalau saja Capt. Kirk nggak nekat menyelamatkan dirinya walaupun harus melanggar kode etik Star Fleet, yaitu nggak boleh kelihatan sama penduduk asli planet tersebut. Hal ini ternyata mengakibatkan Capt. Kirk diturunkan pangkatnya menjadi asisten kapten dan dicabutnya hak dirinya atas kapal Enterprise. Apalagi setelah kejadian "penyelamatan heroik" tersebut hubungan Kirk dan Spock goes a little bit rough. Belum selesai masalah mereka berdua, muncul lagi serangan bertubi-tubi pada markas Star Fleet dan menyebabkan atasan Capt. Kirk meninggal. John Harrison, salah satu anggota Star Fleet, yang belakangan diketahui sebagai otak dibalik penyerangan tersebut. Simply put, the cruise of Enterprise Galactic Ship in search of the fugitive has begin!

some things that i wanna highlight over here : first, is this movie is sick with action. seru banget! rasanya sayang banget kalau ada detik yang dilewatkan karena mengambil popcorn atau softdrink. second, i think this is one great example of a 'perfect-cast-movie'. Chris Pine, Zachary Quinto, Zoe Saldana, Karl Urban, Simon Pegg, and John Choo?? are you serious?! i think they're made the character not the other way around. and they cast Benedict Cumberbatch as a super bad-ass villain?? the cast couldn't be more perfect than this. This guy dengan tampangnya yang super dingin, gak kenal senyum, no mercy, super cool plus aksen britishnya udah juara banget sebagai tokoh antagonis di film ini. good job, casting director! :D

satu lagi poin penting di film ini, the third point, is the emotion. Film ini penuh banget emosinya. FYI, i am consider myself as the thinker watcher. maksudnya gue tipe penonton film yang mikir dan kadang film yang menurut orang seru banget mendadak jadi boring banget pas gue tonton karena jalan ceritanya udah bisa gue pikirin dengan mulus dan sama! tapi di film ini? Hell NO! emosi yang bener-bener ingin dikedepankan sukses menjadi 'benteng' dan berhasil membuat pikiran gue diam dan hanya menikmati adegan demi adegan yang tersedia. Nggak salah memang kalau rasa kekeluargaan, persahabatan, dan cinta menjadi main course di film ini. 

Overall, i give this movie 4.8 out of 5 star! Bravo, Mr. Abrams. Anda telah membuat saya yang bukan fans STAR TREK menjadi sangat menyesal karena tidak pernah menonton atau mengikuti film/tv series/kartun (emang ada?) franchise STAR TREK selama ini, tapi anda sukses untuk membuat saya yang bukan fans setia STAR TREK menjadi calon fans STAR TREK of the year! yeah! \m/ 
for the end of this review, film ini bisa dan wajib ditonton oleh fans STAR TREK dari zaman Jiban sampai yang nggak pernah denger sama sekali kata 'STAR TREK' karena kalian sama-sama bakal mendapatkan the ultimate pleasure while watching this movie. Have a good day!