Kamis, 26 September 2013

Haunted by Glee

R.I.P Cory Monteith

i know, i know this posting probably just like the most useless thing to read. but still i want to write it down and hope maybe there will be poor guy who accidentally come to visit my blog. After all this is my blog, right? LOL

karena Glee season 5 bakal airing dua hari lagi. so, i think before i am ready to watch that show again i must somehow get over of my problem watching it especially after Cory's tragic death. Jadi posting kali ini emang bakal ngebicarain soal kematian Cory Monteith dan dampaknya bagi gue untuk balik lagi nonton Glee. i know what you're thinking right now. "Oh my God, Zal you're such a baby. You're being over dramatic here, yeah he's dead already so what's the point? Even if you are crying a river doesn't make him come back alive" #TrulySass

hey let me tell you this. If you are one of the Glee shipper and you feel like Glee is your highlight of day, you will be upset when there's someone who says that statement online or in real life, right?. Especially if you are truly a GLEEK by the first airing of the show. i mean, yeah we all know that he's dead, we know that the show must go on somehow, and we are definitely know that Cory's death cause is heroin and alcohol. Tapi menurut gue (dan mungkin menurut lu yang juga Gleek) all that matters is just the memories. we truly have a fantastic 5 years of memories with him. So that's the point. semua adegan, lagu, dialog, mimik muka, gesture seorang Finn yang nggak bisa gitu aja hilang dari memori semua Gleek.

sedikit cerita, ketika gue denger kabar meninggalnya Cory, at the first it is completely natural to feel shock. but then comes the sad waves. suddenly you feel close to that completely stranger person. suddenly you start tearing up. but hey, i am human. so i am just assuming that a very normal human will cry if something sad happened. Jadi emang tiga hari setelah meninggalnya Cory, gue masih dalam keadaan sedih galau gak jelas gitu. aneh? gue juga ngerasanya gitu. Ternyata gue pikir-pikir lagi sebenernya gue bukan sedih  sama Cory nya sih, gue lebih sedih sama the idea of someone that i know is dead. jadi gue sedihnya lebih ke kenyataan dan suasana sih kalau gue bilang. Jadi buat lu yang mikir bahwa ngapain sih nangisin orang yang jelas-jelas meninggal karena overdosis? udah ada jawabannya tuh, tenang aja gue gak nangisin dia kok. gue sedih karena karakternya yang meninggal.

jadi gue jelasin dikit deh keadaannya. Misalnya nih lu punya seseorang yang udah lu liat tiap hari selama 5 tahun. seseorangnya bisa siapa aja, bisa pedagang koran, penjual gorengan, bisa temen sendiri, they could be anybody. Nah ketika suatu hari lu nemuin berita mereka udah meninggal, pasti ada sedikit atau banyak rasa sedih yang lu rasain. karena lu udah terbiasa ngeliat mereka selama 5 tahun dan secara tidak langsung ada koneksi yang bisa bikin lu ngerasa dekat sama mereka. ini menurut gue yang terjadi.

So in the end guys, i am still in mourning for Finn Hudson though. Dari bulan kejadian sampai hari ini pun ketika gue mencoba untuk nonton Glee lagi, gue bakal berhenti ditengah-tengah pas karakter Finn muncul. Gak tau kenapa. Hahaha.. it's actually kind of weird. Sedikit mikir kayaknya gue ngebawa soal gini jadi personal banget tapi ya gitu lah. i think this kind of thing is just some part of me. Kayaknya gue baru bisa lega lagi nonton Gleenya setelah episode 3 yang memang khusus untuk memorial Finn Hudson. Seenggaknya gue dan jutaan Gleek lainnya bakal bisa say goodbye for Finn Hudson after that show. Don't forget to catch Glee season 5 premier on Thursday, September 26!

moral point of story! Haha.. jadi menurut gue di postingan kali ini gue ngingetin lagi tentang rasa kehilangan. Sebagai manusia gue pikir perasaan sedih yang muncul ketika kehilangan sesuatu itu (sangat) wajar. Berlaku untuk apapun. Makanan yang jatuh, sedih. Buku yang hilang, sedih. Bahkan kontak BBM, nomer kontak hilang pun bisa bikin sedih. Ya nggak? Apalagi kalau yang hilang ini sesuatu yang hidup. Ya pasti lah sedih. #HayoNgaku
jadi manusia yang kuat bukan gimana lu nggak ngerasain sedih dan kehilangan. Tapi lebih gimana lu bisa ngelepas perasaan sedih karena kehilangan tersebut biar lu lebih lega dan bisa jadi diri sendiri yang lebih baik. Faktanya adalah banyak orang yang nggak bisa ngelepas rasa sedihnya sehingga bikin dirinya sendiri tersiksa sekian lamanya. Banyak banget orang yang nggak bisa move on. Gue juga udah pernah ngomongin masalah ini nih disini so silahkan di klik! pertanyaannya sekarang, apakah lu udah siap ngelepas rasa sedih yang ada di diri lu? ;)

Have a good day everyone! :D

Minggu, 22 September 2013

Schlumbergerventure : Journey to Schlumberger (Part 2)


Good Morning, guys! so here it is. lanjutan dari cerita perjalanan menuju Schlumberger ini. Enjoy! :)

#4 : HR Interview

Okay. Congratulation for those of you who's made it till this test. HR Interview pada rekrutment gue dilakukan sehari setelah tes hari pertama selesai. Jadi pada hari selasa, 19 Februari 2013 tes selesai sekitar jam 2.30 sore setelah focus group discussion selesai dan peserta yang lolos ke tahap berikutnya telah diumumkan. Kemudian kita diberi pengarahan untuk melakukan HR Interview di tempat yang berbeda. Tapi bisa aja langsung hari itu juga di tempat yang sama kalau memang waktunya cukup. Gue dapet jadwal untuk HR Interview besok paginya jam 9.30 pagi. Hari rabu paginya, gue nggak ke kampus. Ceritanya bolos. Haha.. Jangan ditiru guys. Walaupun sebenernya pagi itu ada jadwal praktikum di kampus, tapi gue mikirnya jam 10 gue kelar interview dan masih sempet ikut praktikum lah. Cuma absennya aja yang gue telat lagian  gue udah titip izin kok. Tapi apa daya, Bapak dosen praktikum tercinta tidak membiarkan gue bolos absen gara-gara interview dan gue dikasih hadiah alpa 7 jam. Terima kasih ya pak! #TrulySarcasm

Anyway make sure you prepare some CV's, your transcript, or some of your achievement certificate, TOEFL certificate, etc. Just in case if it needed later. Better be prepared, right? Seperti yang mungkin lu pernah baca juga di blog lain, untuk proses interview ini basicly untuk tahu lebih jauh tentang pribadi lu. Jadi lu nanti bakal dapet pertanyaan-pertanyaan seperti berikut ini :
  • Please describe yourself/tell me about yourself?
  • What is your best quality/what is the strongest point of yourself?
  • What is your worst quality/weaknesess?
  • How is you deal with your problem? Or with your weaknesess?
  • Tell me about your family?
  • Tell me about your hobby?
  • What is your position preference?
  • Where do you want to work? (Jakarta/Balikpapan/Riau)
  • Why do you want to work in Schlumberger?
  • What is your goal with schlumberger?
  • Why do you choose Field Engineer/Specialist or Maintenance Engineer/Technician or other position?
  • Please tell me about your background study?
Dan masih banyak lagi pertanyaan-pertanyaan yang mungkin bakal lu dapet ketika sudah sampai pada tahap ini. Sedikit informasi guys, pada saat interview ini nggak menutup kemungkinan bakal ada pertanyaan-pertanyaan yang bersifat teknikal. Sebagai contoh, gue kebetulan adalah mahasiswa Teknik Kimia. Pada saat HR Interview, temen gue yang juga dari jurusan yang sama dapet pertanyaan seperti ini:
  • Do you know about corrosion? Can you explain to me the reaction of corrosion?
  • Please explain about acid and base?
  • Please explain about the molarity? Is different from molality?
  • Please write down this following chemical substance into its chemical symbol
Temen gue yang dari jurusan mesin/mekanik juga dapet pertanyaan teknikal seperti:
  • Please explain about hidrolic system
  • What is the essential part for performance in machine?
Dan beberapa jenis pertanyaan teknikal lainnya. So my advice please read some of your old notes, some basic information about your study. Just to be prepared. Karena kita nggak tau bakal dapet pertanyaan apa. Satu lagi yang mesti diingat adalah remember interview ethics! Mungkin beberapa dari kita bakal lupa tapi ini penting. Bahkan beberapa dari temen gue sampai lupa saking mereka grogi ketemu sama interviewernya. Ketika kita menghadapi  interviewer, ucapkan salam terlebih dahulu kemudian jabat tangan mereka. Not too firm but not too loose either and the most important : smile! Tunjukkan kesan kalau kita excited to be here with them. Usahakan kontak mata tetap terjaga dan posisi duduk yang santai. Hati-hati terhadap gesture tangan dan kaki. Ketika interview dimulai jawab aja pertanyaan demi pertanyaan dengan santai namun tetap berbobot isinya dan tetap ringkas. Jangan terlalu bertele-tele. One last piece of quick advice guys, interview needs practice. Trust me on this. Karena kita akan melakukan interview dalam bahasa inggris yang jelas bukan bahasa ibu kita. So practice makes perfect. Bahkan orang yang TOEFL nya 500 sekalipun tetap butuh latihan at least sekali untuk melatih lidah mereka dalam menjawab pertanyaan. Jadi usahakan lu udah punya jawaban dari pertanyaan-pertanyaan seperti diatas dan coba berlatih dalam menjawabnya. Make simulation. Karena mungkin dalam bahasa Indonesia pertanyaan seperti itu mudah saja dijawab, tapi dalam bahasa inggris? Bisa saja terjadi blank saking groginya dan akhirnya speechless.

So, pagi itu gue di interview dengan Bu Krisdiana. It was 30 minutes of fun interview. Setelah interview selesai, kandidat yang lulus akan diinformasikan lewat email dan telepon. Jadi setelah ini yang gue lakukan adalah waiting for that email and phone call. Disini lah proses menunggu terjadi guys. Dari yang gue tau durasi tiap-tiap orang berbeda guys. Ada yang   satu bulan, dua bulan, tiga bulan, bahkan lebih dari lima bulan. Gue termasuk yang lebih dari lima bulan guys. Total gue nunggu email untuk ke tahap selanjutnya adalah kurang lebih 6 bulan. Jadi kalian yang sedang dalam masa tunggu gue Cuma bisa bilang sabar guys. Keep pray hard and study hard. Nanti insya Allah email yang ditunggu bakal masuk ke inbox kita :)

Inget cerita rekrutment gue terjadi bulan apa? Yup! It's on February. Nah pada saat gue lagi sibuk-sibuknya ngurus Tugas Akhir. Di suatu sore bulan Juli. Kampus udah sepi, gue masih nunggu dosen untuk konsultasi. Ada panggilan masuk dari nomer yang nggak dikenal. Nomor depannya 021-7xxxxx, Oh My God!! This is it! Gue angkat dan suara Bu Kris diseberang sana, "Halo? Benar dengan Rizaldi? Apa kabar Rizaldi?.." dan isi dari telepon itu adalah gue ditawarin untuk mengisi posisi FSA (Field Service Assistant) di Balikpapan. Bu Kris merekomendasi gue untuk ambil tawaran ini dan gue ambil lah. Sedikit informasi, gue apply di posisi operation/technical sedangkan tawaran pekerjaan ini adalah posisi kantor/marketing/bussiness semacam itu. Ketika gue baca detail pekerjaannya, gue sempet ragu karena background gue teknik dan yang dibutuhkan adalah orang dengan background bisnis. Gue sempet konsultasiin terlebih dahulu dengan Bu Kris apakah gue tetep ambil posisi ini atau enggak. She said, "go for it", then i am taking it. Akhirnya akhir Juli 2013 gue berangkat ke Balikpapan untuk ketemu langsung dengan calon manager gue ntar dan interview dengan beliau. Dari awal gue sih mikirnya nothing to lose lah, gue tetep harus perjuangin ini posisi karena Bu Kris udah percaya sama gue dan gue gak mau ngecewain rekruter gue pastinya. Akhirnya gue ketemu dan interview dengan, Mr. Claudi. He's a very great person. I like him. He's nice. Ketika gue interview bareng Mr. Claudi, he said that he likes my enthusiasm and want to have me there. Tapi sayangnya kriteria gue gak match sama ekspektasinya Mr. Claudi. Beliau lebih mengharapkan seseorang yang lebih berpengalaman, dibandingkan gue yang fresh graduate. Berita baiknya, beliau bilang CV gue ditahan jadi kalau ada posisi kosong pasti akan langsung diinfomasikan ke gue. Walapun tetep sedih karena gak diterima,  but hey it's nothing to loose right? Malamnya gue email Bu Kris untuk informasi bahwa gue sudah melakukan user interview dan ternyata manager mau sesorang yang lebih berpengalaman.

So guys, that is my story. I hope you will get something useful when you read this :) thanks for stopping by and don't forget to comment! Have a good day everyone! Cheers! :)

P.S : ceritanya belum habis sampai disini. Karena setelah itu ada kiriman email lagi dari bu Kris yang bikin gue loncat-loncat saking senengnya! Tunggu di postingan berikutnya! Schlumbergerventure part 3! Come out soon!

Jumat, 20 September 2013

Schlumbergerventure : Journey to Schlumberger (Part 1)


Hey guys. It's been a while :) sesuai namanya for this post i want to share some of my experience. Pada awalnya i know nothing about schlumberger too. Seriously and honestly. Just so you know this is completely okay, but if you already know about schlumberger it would be very great! Jadi modal awal pengetahuan gue soal schlumberger adalah cerita si mamah soal kerabat jauh gue yang kerja di schlumberger. Waktu itu gue mikirnya schlumberger itu perusahaan minyak asing sama kaya TOTAL, CHEVRON, dan lainnya. Padahal faktanya, they're completely different guys.

Schlumberger is a leading oil field and gas SERVICES AND PROVIDER since 1926. Schlumberger began to explore Indonesia in 1930. Sudah sekitar 87 tahun schlumberger ada di Indonesia dan mesti diingat bahwa ini adalah perusahaan JASA.  Schlumberger bergerak di sektor industri hulu, yang fokus pada bagaimana caranya reservoir dapat ditemukan, diproduksi, dan diangkat ke permukaan.  Jadi nggak aneh kalau ada schlumberger di sumur minyak milik PERTAMINA karena schlumberger penyedia jasa dan bisa disewa oleh perusahaan minyak yang memang membutuhkan teknologinya. Schlumberger punya tagline, "many culture, one dream, success without boundaries" karena schlumberger memang punya karyawan multicultural dan nilai di perusahaan ini yang gue suka banget, "People, Profit, and Technology". Dari penjelasan recruiter gue saat itu, schlumberger benar-benar melihar karyawannya sebagai aset yang wajib diutamakan. Mereka punya prinsip kalau tidak ada karyawan maka tidak akan ada profit untuk perusahaan. Maka dari itu kesejahteraan karyawannya dijaga betul oleh perusahaan. Kemudian teknologi yang selalu diutamakan menjadikan schlumberger perusahaan jasa migas nomor 1 di dunia. Overall, schlumberger punya beberapa segment dalam perkerjaannya. Ada wireline, drilling and measurement, well service, schlumberger information solution, artificial life, completion, testing, dan beberapa segment lain dengan tugas masing-masing. Lebih lengkapnya, jalan-jalan kesini deh.

Anyway, jadi sekitar bulan februari 2013, gue dapet sms yang isinya informasi kalau bakal ada recruitment employee schlumberger di kampus. Setelah ngobrol sama beberapa sahabat gue, akhirnya gue dan sahabat gue ini memutuskan ikut daftar proses recruitmentnya. Hari selasa, 19 september 2013 jam 8 pagi gue, Yayan (sahabat gue) dan sekitar 150 orang lainnya udah ngumpul di aula perpustakaan Politeknik Negeri Samarinda. Tim recruitment schlumberger dari Jakarta udah siap dan sebentar lagi bakal dimulai presentasi pengenalan schlumberger kepada para peserta (belakangan ini gue baru sadar dan bersyukur banget karena kampus gue termasuk salah satu kampus yang didatangi oleh tim recruitment schlumberger. Alhamdulillah ya Allah!). Recruiter pada pagi itu adalah Ibu Krisdiana Wardhono (thumbs up for Bu Kris!) dan Bapak Thamrin. *periode recruitment februari ini adalah periode recruitment terakhirnya Bu Kris karena saat ini Bu Kris menangani proses recruitment untuk experienced applicant. Setelah memperkenalkan diri, Bu Kris memulai pengenalan tentang schlumberger, sedikit sesi tanya jawab, dan menjelaskan prosedur recruitment hari itu. So guys, basicly proses recruitment schlumberger memiliki alur seperti  dibawah ini. Note : semuanya dilakukan menggunakan bahasa inggris:
1. 3 minutes communication/short interview
2. Technical test
3. Focus Group Discussion/Group Discussion
4. HR Interview
5. User Interview
6. Medical Test 
Nah gue jelasin satu per satu deh,

#1 : 3 minutes communication/short interview

Tes yang pertama ini kalau gue bilang adalah mengukur kemampuan komunikasi lu dalam bahasa inggris. Bagaimana lu bisa menyampaikan ide yang lu punya ke orang lain menggunakan bahasa inggris dan seberapa baik kemampuan bahasa dan komunikasi lu. Ini adalah kesempatan pertama lu ketemu dengan recruiter, jadi saran gue adalah MAKE IMPRESSION! Buat impresi baik akan diri lu ke para recruiter. Tunjukkan kemampuan bahasa dan ide yang baik agar nama lu diinget dan trust me guys, you have to kill for that great impression. Benar-benar dipersiapkan.

Bentuk interviewnya sendiri adalah lu ntar disuruh mengambil satu kartu diantara tumpukan kartu yang tersedia dan menjawab pertanyaan yang tertulis pada kartu tersebut. Inilah beberapa jenis pertanyaan yang bisa jadi gambaran buat lu:
· What do you know about presentation skill?
· What do you know about communication skill?
· What do you know about schlumberger?
· What do you know about time?
· What do you value the most in this world? And why?
Jenis-jenis pertanyaan singkat seperti ini yang akan muncul pada saat lu melakukan short interview. Tips untuk tes ini adalah jawablah dengan jawaban yang dipikirkan dengan baik, tidak terlalu terburu-buru, santai, ringkas, dan jelas. Try to keep smile while answering your question supaya terlihat santai dan tidak tegang. Setelah semua peserta selesai diwawancara, kita bakal menunggu hasil dari test pertama ini. Pada waktu gue dulu lumayan banyak yang gugur pada tes ini karena di schlumberger menurut recruiter gue pada saat itu adalah hal yang sangat penting. it's essential. So guys if you want to join in schlumberger make sure you practice your english. Kurang lebih 15 menit, hasil tes ditempel di pintu masuk ruangan recruitment dan alhamdulillah! Nama gue masuk. Let's move to the second test.


#2 : Technical Test

Tes yang kedua ini berupa tes tertulis. Subject yang diujikan disini adalah matematika, fisika-mekanik, fisika-listrik, beberapa soal psikologi. Rulesnya untuk tes ini Cuma satu, isi semua pertanyaan yang ada whether you know it or not. Maybe try to guess it. Tapi seriously guys, lu harus coba jawab semua pertanyaan yang udah diberikan . Kalau memang diakhir nanti lu udah mampet nggak bisa jawab pertanyaannya, ya coba aja tebak deh. Ketika lu jawab semua pertanyaannya seenggaknya lu udah bikin kesan bahwa sesulit apapun tantangannya, lu tetep memilih maju dan keep struggling for the solution. Bukannya ketemu soal susah dikit malah ditinggalin begitu aja. Kesannya begitu ntar ada pekerjaan yang sulit, lu udah nggak bisa handle. Sedikit masukan sih kalau memang mau, sebelum tesnya berlangsung satu minggu atau dua minggunya lu buka-buka bank soal UN atau SNMPTN deh karena kalau gue liat tipe soalnya mirip. Sama seperti tes pertama. Kita disuruh nunggu lagi sampai kira-kira 30 menit, hasil tes keluar dan ditempel di pintu masuk ruangan. Cukup rebutan pada saat gue mencoba untuk melihat hasil karena masih cukup banyak peserta waktu itu. Gue cari nama gue, dan alhamdulillah, nama gue kembali tercantum di kertas pengumuman. Setelah ini lu bersiap-siap untuk tes tahap ketiga.

#3 ; Focus Group Discussion/Group Discussion

Untuk tes yang ketiga ini para peserta yang lulus dari tes pertama dan kedua akan dibagi menjadi beberapa kelompok kecil (sekitaran 5-6 orang), kemudian akan diberikan suatu proyek/kasus/permasalahan untuk nantinya harus diselesaikan oleh masing-masing kelompok. Dari beberapa informasi yang udah gue rangkum (blog, forum, dan informasi temen-temen) dan gue alamin, kita akan diberikan suatu proyek untuk "membuat" sesuatu. Pada waktu gue ikut recruitment, proyeknya adalah membuat prototipe rig dengan spesifikasi tinggi 100 cm, dan mampu menahan beban 10 buah baterai ukuran C. Bahan yang disediakan untuk masing-masing kelompok adalah beberapa lembar kertas A4, dan sebuah selotip bening. Disinilah skill problem solving lu bakal dinilai. Nah biasanya sebelum pengerjaan 'proyek' dimulai, tiap kelompok akan diminta berdiskusi (dalam bahasa inggris loh ya) soal rancangan proyek dan memilih satu leader dalam kelompoknya. Ketika lu yakin untuk menjadi leader, jangan ragu. Boleh menunjuk diri sendiri namun jangan sampai terlihat arogan. Akan lebih baik apabila kamu dipilih oleh sesorang yang lain :) Saran dari gue untuk tes tahap ketiga ini adalah be active but not overtalking. Jangan terlalu berbicara banyak namun aksi kamu nggak ada atau NATO. Jadi bicaralah cukup namun efektif. Ini akan membuat kesan yang baik. Dan jangan pernah, EVER, menjadi pahlawan bagi kelompok lu. Ketika ada yang disalahkan maka sudah otomatis menjadi kesalahan kelompok. Jangan pernah menyalahkan seseorang dalam kelompok. Intinya di tes ini adalah sejauh mana lu bisa bekerja dalam tekanan dan dalam kelompok. Apakah lu mampu berkompromi demi tercapainya tujuan akhir? Atau lu orang yang lebih suka mengerjakan semua pekerjaan sendiri agar hasilnya sesuai dengan standar yang lu punya sendiri di dalam kepala lu? Biasanya orang yang individual akan terlihat pada tes ini. Saran lagi, apapun yang ada dalam kelompok lu, bagaimana pun watak orangnya, kerjasama adalah nomor satu. Percayalah pada teman kelompokmu yang lain pada saat mengerjakan proyek, karena pasti akan ada pembagian job. Triknya apabila memang lu lihat masih ada yang kurang, segera lakukan perbaikan dan penambahan setelah mereka selesai mengerjakan tanpa harus menyuruh teman kelompokmu yang lain. Jadi jangan terlalu dominan tapi juga jangan pasif. This test is tricky, but if you really did well, you can be sure that you'll pass. Setelah selesai akan dilakukan penilaian dan presentasi kelompok. Setelahnya kembali kita akan menunggu hasilnya. 

ada satu lagi bentuk tes tahap ketiga yang mungkin saja lu alamin. tapi gue kebetulan nggak kena tes ini. gue kutip dari blognya bang Ryan, namanya games prioritas. Pada games prioritas, para peserta kelompok akan disuguhkan sebuah studi kasus tentang seseorang yang sedang berlayar di danau/sungai/laut dan tiba-tiba ada kejadian yang membuat kapal itu tenggelam. Di saat genting seperti itu, tersebutkan ada 10 alat yang tersisa seperti kompas, peta, korek api, minuman keras, dan lain-lain (cukup banyak referensi yang membahas ini, silakan kunjungi kaskus mengenai thread ini). Nah, tiap kelompok harus mendiskusikan tentang prioritas barang yang harus dibawa mulai dari yang terpenting hingga ke yang tidak terpenting.

Sore itu alhamdulillah nama gue kembali tercantum. Hingga tahap ini peserta yang tersisa sekitaran 20 orang dari awalnya 150 orang. Bersyukur banget gue bisa menyisihkan sebegitu banyak orang dan sampai pada tahap selanjutnya.

Tahap selanjutnya adalah tahap HR Interview, tapi untuk penjelasannya gue bakal masukin di postingan berikutnya ya guys. yang bikin hari itu gue seneng banget adalah temen gue yang menjadi panitia recruiting dari kampus sempet cerita ke gue disela-sela jam istirahat makan siang. Temen gue ini cerita kalau bu Kris (salah satu recruiter) bilang bahwa dia sudah punya jagoan untuk recruitment hari ini, dan temen gue bilang bahwa yang dijagokan oleh bu Kris adalah gue! alhamdulillah banget pas gue denger hal itu. inilah kenapa first impression lu harus bener bener baik biar recruiter lu bisa langsung inget ke lu :)

Gue harap postingan in dapat membantu buat lu yang memang pengen dan sedang menjalani proses recruitment sebagai tambahan informasi. Hope this will helps. At the end, wish the best for us! Have a good day! Cheers! :D

Rabu, 18 September 2013

Life is Just Opportunities

Gue mulai sama cerita dulu deh. Faris temen gue yang kuliah di Yogyakarta ceritanya lagi pulang ke Samarinda. Singkat cerita karena lama nggak ketemu gue janjian lah ketemuan sama dia. Gue janjian main ke rumahnya. Rencana udah diatur. Pada hari janjian, gue langsung berangkat dari kampus ke rumah temen gue ini. Gue ketok pintu rumahnya tapi nggak ada jawaban. Gue telepon temen gue, ponselnya sibuk. Tapi gue yakin dia ada di dalam rumah karena gue bisa denger suara televisi dari dalam. Akhirnya kurang lebih 15 menit gue berusaha mengetuk tapi ternyata dia nggak denger juga. Gue memutuskan pulang berhubung sebentar lagi sholat jumat (hari itu pas hari jumat). Sebel? Sedikit sih. Bukan karena gue nggak dibukain pintu, lebih karena gue kehilangan kesempatan main sama sahabat gue yang emang nggak sering sering banget balik secara dia kuliah di luar pulau. Setelah itu gue sms aja, kasih informasi kalau tadi gue udah dateng tapi kayaknya nggak ada orang dirumah. Ternyata bener dia ada dirumah dan televisi menyala, tetapi dia lagi teleponan sama temennya di Yogya sana soal tugas kuliah. Nggak aneh kalau ponselnya sibuk waktu gue hubungin. Hahaha.. So in the end our plan is totally not working.

So guys, what i want to say is life's sometimes just like my story above. Kadang kita udah punya master plan dari jangka pendek, menengah, bahkan master plan jangka panjang soal what we want to do in our life. Semacam prosedur kerja lah istilahnya. Kita seakan akan udah tau bahwa nanti kita bakal pergi kesini, kuliah di jurusan ini, universitas itu, kerja di perusahaan ini, punya mobil merek itu, dan banyak rencana hidup yang kesannya kita lah yang mengatur dan merencanakan hidup kita sendiri. Kaget? Aneh sama kata-kata barusan? Harusnya enggak. Karena banyak dari kita mungkin saja lupa kalau kita ini hanyalah pelaksana tugas. Bukan perencana apalagi pengatur. Gue ambil analogi begini deh, anggaplah hidup ini adalah sebuah mobil taksi. Kita adalah supirnya dan tugas supir adalah mengantar penumpang  kemana pun asal tarifnya sesuai. Nah, berarti supir bukanlah  pengendali tujuan dari mobil taksi itu kan. Penumpang lah yang mengatur si supir taksi ini harus kemana, lewat mana, dan harus berhenti dimana.

Sekarang gue kembaliin deh ke realitanya. Mobil taksi tadi adalah hidup kita ini, yang gue dan lu jalanin sekarang. Saat ini. Si supir tadi adalah kita, gue dan lu. So last but not least, who's the passenger? Penumpang tadi adalah Tuhan. Banyak dari kita lupa akan perannya sehingga pada saat membuat rencana hidup seakan-akan mengambil alih peran Tuhan. Padahal kita ini Cuma pelaksana loh guys. Nggak percaya? Gue lulus kuliah dengan nilai UN biologi tertinggi se-SMA gue, dulu gue pengen dapet beasiswa ke Jepang untuk kuliah jurusan biologi yang udah gue impiin dari kelas 2 SMA tapi ternyata gue gagal. Gue akhirnya kekeuh pengen kuliah di jurusan biologi tapi ternyata nggak jodoh, tawaran di IPB ditolak, di ITB dan UI juga gagal tuh. Akhirnya malah gue masuk jurusan Teknik Kimia. But in the end, alhamdulillah gue bisa ketemu banyak banget kesempatan dalam hidup yang seru. Gue dikirim ke Jakarta buat konferensi mahasiswa Teknik Kimia se-Indonesia, gue bisa jadi penyiar radio beken se-Samarinda, gue bahkan punya fans! Gue bisa kerja praktik di perusahaan Gas No. 1 di dunia, gue punya kesempatan direkrut perusahaan oil and gas service No. 1 di dunia, dan masih banyak hal yang gue alamin yang bahkan nggak pernah terlintas di pikiran gue. Kepikiran aja nggak apalagi di rencanain.

Terus mungkin ada dari lu yang mikir, "ya udah lah, nggak usah ngerencanain apa-apa kalau gitu. Biarin aja hidup ngalir. Toh kita Cuma ngelaksanain tugas doang??" Ya enggak gitu juga kali. Itu namanya lu udah nyerah sama hidup. Artinya mau dimatiin terserah, mau dikasih tetep hidup ya terima kasih. It's a waste. Gue bukan bilang kita nggak boleh bikin rencana hidup loh ya, tapi gue Cuma bilang kita harus ingat pada saat merencanakan sesuatu harus kita kembalikan sama Tuhan. Bukannya Tuhan itu mengikuti prasangka hamba-Nya? Komunikasikan dengan Tuhan bahwa ini adalah rencana hidup kita dan kita akan berusaha mencapainya. Namun apabila harus ada yang berubah ya kita harus lapang dada menerima semua perubahan itu, karena Tuhan yang lebih tau atas semua hal. Satu hal penting lagi, ketika kita menginginkan sesuatu atau ingin rencana kita berjalan sesuai yang kita mau, dan ternyata tidak tercapai, itu bukannya Tuhan nggak mau ngasih hal itu ke kamu. Tapi kadang itu terjadi hanya karena kita belum pantas. Artinya, ketika lu pengen sesuatu atau pengen rencana hidupnya berjalan sesuai yang lu mau, ya bikin diri lu pantes dulu mendapatkannya. Caranya? Banyak. Ya ibadahnya ditambah, lebih rajin, amalan sunnahnya dikerjain, lebih banyak berbuat baik, kurangin deh tuh hal-hal yang sekiranya nggak perlu, intinya lu bisa cari kok apapun yang bisa bikin diri lu seorang pribadi yang lebih baik dari sebelumnya. Biar Tuhan yakin bahwa rencana lu emang yang terbaik buat lu.

Haha.. Oh iya satu lagi. Selalu ingat kalau ada satu kesempatan hidup yang lu lewatin, jangan buang-buang waktu lu untuk menangisi kesempatan yang lewat itu. Mending lu langsung move on, get your chin up, dan liat lagi kesempatan mana lagi yang lagi tersedia. Karena pasti ada pintu lain yang terbuka kalau pintu lain tertutup, ya kalau tertutup semua lewat jendela aja. LOL. Have a good day, everyone. Cheers!